PGMA

Tipping paper adalah kertas khusus yang membungkus bagian luar filter sekaligus menghubungkan filter dengan batang tembakau pada sebatang rokok. Karena berada di ujung rokok, material ini juga menjadi bagian yang terlihat, disentuh jari, dan bersentuhan dengan bibir saat digunakan.

Fungsinya tidak hanya sebagai pembungkus atau elemen dekoratif. Pada desain tertentu, tipping paper juga menjadi bagian dari sistem ventilasi melalui perforasi atau lubang mikro. Dalam proses produksi, karakter kertas, kualitas cetak, daya rekat, dan spesifikasi perforasi perlu disesuaikan dengan konstruksi filter serta mesin yang digunakan. Karena itu, tipping paper termasuk material fungsional dalam produksi rokok, bukan sekadar kertas bermotif yang dipasang pada filter.

Apa Itu Tipping Paper?

Dalam konstruksi rokok berfilter, tipping paper sering disebut sebagai filter joining paper. Kertas ini membungkus bagian filter dan sedikit melewati area sambungan ke batang tembakau, kemudian direkatkan agar keduanya menyatu.

Posisi tersebut membedakan tipping paper dari kertas lain yang digunakan pada sebatang rokok. CORESTA menjelaskan bahwa filter memiliki pembungkus sendiri, sedangkan tipping paper berada di bagian luar dan digunakan untuk menyatukan filter dengan tobacco rod.

Jadi, menyebut tipping paper hanya sebagai “kertas pembungkus filter” belum sepenuhnya menggambarkan fungsinya. Selain membungkus bagian filter, material ini juga menjaga sambungan antara filter dan batang rokok.

Tipping paper juga bukan material utama yang menyaring asap. Proses penyaringan terjadi pada konstruksi filter, sedangkan tipping paper merupakan lapisan luar yang membungkus dan menghubungkan bagian tersebut dengan batang tembakau.

Perbedaan Tipping Paper, Plug Wrap, dan Cigarette Paper

Beberapa jenis kertas digunakan dalam satu batang rokok. Posisi dan fungsinya bisa mudah tertukar jika hanya dilihat sekilas.

MaterialPosisiFungsi Utama
Cigarette paperMembungkus batang tembakauMembentuk dan membungkus tobacco rod
Plug wrapMembungkus material filterMenjaga bentuk dan konstruksi filter
Tipping paperLapisan luar di area filter dan sambunganMenghubungkan filter dengan tobacco rod serta menjadi permukaan luar filter

Urutannya dapat dibayangkan dari lapisan dalam ke luar. Material filter terlebih dahulu dibungkus menggunakan plug wrap. Filter tersebut kemudian disambungkan dengan tobacco rod menggunakan tipping paper.

Karena tipping paper berada pada lapisan terluar, bagian inilah yang biasanya terlihat sebagai area putih, berwarna, atau bermotif cokelat di sekitar filter.

Motif cokelat berbintik yang banyak dijumpai sering disebut cork pattern. Istilah ini tidak berarti tipping paper modern selalu terbuat dari gabus. Pada banyak produk, tampilan seperti gabus tersebut merupakan pola yang dicetak pada kertas.

Apa Fungsi Tipping Paper pada Rokok?

Fungsi tipping paper dapat berbeda sesuai desain rokok yang diproduksi. Secara umum, ada beberapa fungsi utama yang perlu dibedakan.

Pertama, menghubungkan filter dengan batang tembakau. Tipping paper menutup bagian filter sekaligus area sambungannya dengan tobacco rod. Setelah direkatkan, kertas ini membantu menjaga filter dan batang tetap menyatu sebagai satu unit.

Kedua, menjadi permukaan luar pada bagian filter. Karena berada di lapisan terluar, karakter permukaan tipping paper ikut menentukan tampilan dan bagaimana bagian filter bersentuhan dengan pengguna. Produsen specialty paper memperhatikan karakter seperti smoothness, kemampuan menerima tinta, serta kecocokan dengan adhesive karena semuanya berpengaruh dalam proses converting dan cigarette making.

Ketiga, menjadi media desain produk. Tipping paper dapat dibuat polos maupun dicetak dengan warna dan pola tertentu. Industri tipping paper juga mengenal finishing seperti embossing, hot foil, pearlescent effect, dan berbagai perlakuan permukaan untuk menghasilkan tampilan yang berbeda.

Keempat, menjadi bagian dari sistem ventilasi pada desain rokok tertentu. Tipping paper dapat diberi perforasi agar udara dari luar bisa masuk ke bagian filter ketika rokok diisap. Namun efek ventilasinya juga bergantung pada desain filter, plug wrap, adhesive, dan parameter konstruksi lainnya.

Bagaimana Perforasi pada Tipping Paper Bekerja?

Pada rokok dengan filter ventilation, tipping paper memiliki satu atau beberapa zona berisi lubang berukuran sangat kecil. Ketika rokok diisap, udara dari luar dapat masuk melalui perforasi tersebut dan bercampur dengan aliran asap di dalam filter.

CORESTA mencatat perforasi pada tipping paper sebagai salah satu metode yang digunakan untuk mengatur tingkat ventilasi pada desain rokok. Lubang dapat dibuat sebelum tipping paper masuk ke cigarette maker atau dibuat menggunakan sistem laser saat proses produksi rokok berlangsung.

Metode perforasi juga tidak hanya satu. Penelitian industri telah membahas penggunaan metode mechanical, electrostatic, laser, hingga teknik perforasi lainnya.

Namun jumlah lubang yang terlihat bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat ventilasi. Ukuran dan posisi perforasi, permeability material di bawah tipping paper, pressure drop pada filter dan tobacco rod, hingga penempatan adhesive juga dapat memengaruhi jumlah udara yang masuk.

Karena itu, spesifikasi perforasi tidak cukup ditentukan dengan asumsi bahwa semakin banyak lubang berarti semakin besar ventilasinya. Tipping paper bekerja bersama komponen lain dalam satu sistem filter.

Apa Arti Porosity atau Air Permeability pada Tipping Paper?

Dalam pembahasan tipping paper berperforasi, Anda mungkin menemukan istilah permeability, porosity, atau satuan CU.

CORESTA mendefinisikan satu CORESTA Unit atau 1 CU sebagai aliran udara sebesar 1 cm³ per menit melalui area material seluas 1 cm² pada perbedaan tekanan 1 kPa.

Pengukuran ini memungkinkan karakter aliran udara dinilai secara kuantitatif, bukan hanya berdasarkan jumlah atau tampilan perforasi.

ISO 2965:2019 juga mengatur metode pengukuran air permeability pada cigarette paper, filter plug wrap, dan filter joining paper. Standar tersebut mencakup pengujian material yang memiliki zona dengan tingkat permeabilitas tertentu.

Bagi produsen, hal ini menunjukkan bahwa perforasi bukan sekadar proses finishing. Jika tipping paper menjadi bagian dari sistem ventilasi, spesifikasinya perlu disesuaikan dengan parameter filter dan konstruksi rokok secara keseluruhan.

Apakah Tipping Paper Berperforasi Membuat Rokok Lebih Aman?

Klaim mengenai perforasi dan keamanan perlu disampaikan dengan hati-hati.

Ventilasi dapat mencampurkan udara luar dengan asap sehingga kadar tar, nikotin, dan sejumlah komponen lain yang terukur oleh mesin pengujian bisa menjadi lebih rendah pada kondisi pengujian tertentu.

Namun hasil tersebut tidak membuktikan bahwa rokok menjadi lebih aman bagi pengguna.

WHO menjelaskan bahwa filter ventilation dapat menghasilkan angka emisi yang lebih rendah pada smoking machine, tetapi paparan pada manusia tidak selalu turun secara sebanding. Cara manusia mengisap rokok berbeda dari mesin, sementara lubang ventilasi juga dapat tertutup sebagian oleh jari atau bibir.

Pengguna juga dapat mengubah cara mengisap untuk mendapatkan jumlah asap yang diinginkan.

Karena itu, fungsi yang lebih tepat untuk tipping paper berperforasi adalah mengatur ventilasi dan karakter smoke delivery pada desain produk. Perforasi tidak seharusnya diposisikan sebagai fitur yang membuat rokok aman atau menghilangkan risiko kesehatan.

Tipping Paper Bisa Dicetak dan Diberi Finishing

Karena berada pada permukaan luar filter, tipping paper juga dapat digunakan untuk membedakan tampilan produk.

Tipping paper dapat dibuat putih polos, menggunakan motif cork, diberi warna tertentu, atau dicetak dengan desain khusus. Dalam industri specialty paper juga tersedia proses lanjutan seperti hot foil, embossing, pearlescent effect, surface treatment, dan perforasi.

Proses cetaknya dapat menggunakan teknologi seperti rotogravure maupun flexographic printing, tergantung kebutuhan produk dan proses produksi yang digunakan.

Namun kualitas tipping paper tidak sebaiknya dinilai dari desain visual saja. Base paper juga perlu mampu menerima tinta dan adhesive dengan baik serta diproses secara konsisten.

Produsen base tipping paper seperti SWM, misalnya, mencantumkan karakter seperti smoothness, ink absorption, gluing performance, pencegahan bleed-through, dan kemampuan berjalan pada mesin berkecepatan tinggi sebagai bagian dari performa material. Dengan demikian, kualitas visual dan kestabilan proses produksi saling berkaitan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Menentukan Tipping Paper?

Untuk kebutuhan produksi, menentukan tipping paper biasanya membutuhkan informasi yang lebih lengkap daripada sekadar memilih warna atau motif.

Beberapa parameter yang relevan untuk dibicarakan dengan supplier material maupun pihak percetakan meliputi:

  • jenis dan karakter base paper;
  • grammage atau basis weight;
  • lebar material sesuai kebutuhan produksi;
  • desain, jumlah warna, dan metode cetak;
  • kebutuhan emboss, hot foil, atau finishing lainnya;
  • perforasi dan target permeability jika menggunakan sistem ventilasi;
  • karakter penyerapan tinta dan adhesive;
  • konsistensi material saat dijalankan pada mesin produksi.

Tidak semua produk membutuhkan spesifikasi yang sama. Printed tipping tanpa kebutuhan ventilasi, misalnya, memiliki fokus teknis yang berbeda dari perforated tipping yang perlu bekerja bersama plug wrap dan filter.

Karena itu, spesifikasi sebaiknya ditentukan berdasarkan konstruksi produk dan proses produksi yang akan digunakan, bukan hanya berdasarkan tampilan sampel.

Untuk produsen yang menggunakan printed tipping paper, kebutuhan desain juga sebaiknya dibahas dengan pihak percetakan sejak tahap persiapan. Desain yang terlihat baik di layar belum tentu langsung sesuai dengan karakter kertas, metode rotogravure, jumlah warna, finishing, maupun kebutuhan pada proses produksi berikutnya.

Bagaimana Regulasi Tipping Paper di Indonesia?

Selain spesifikasi produksi, produsen di Indonesia perlu memperhatikan ketentuan standardisasi yang berlaku.

BSN mencatat SNI 3755:2019 tentang Kertas Pembentuk Rokok sebagai standar yang berlaku. Permenperin Nomor 63 Tahun 2024 kemudian memberlakukan SNI tersebut secara wajib untuk produk yang masuk dalam ruang lingkup peraturan.

Peraturan tersebut secara khusus mencantumkan kertas tipping dengan HS ex 4813.90.99, baik untuk produk yang diproduksi di dalam negeri maupun produk impor yang dipasarkan di Indonesia.

Permenperin Nomor 63 Tahun 2024 ditetapkan pada 15 Oktober 2024 dan diundangkan pada 18 Oktober 2024. Berdasarkan ketentuan pemberlakuannya, aturan SNI wajib tersebut mulai berlaku enam bulan setelah diundangkan, yaitu pada 18 April 2025.

Dalam pengadaan tipping paper untuk produksi di Indonesia, pertimbangannya karena itu tidak hanya mencakup desain, cetak, perforasi, dan performa material di mesin. Kesesuaian material dengan persyaratan standar yang berlaku juga perlu diperiksa ketika memilih material dan supplier.

BSN juga telah menerbitkan SNI 9399:2025 tentang produk konversi dari kertas pembentuk rokok. Namun standar ini tidak dapat langsung diasumsikan memiliki status wajib yang sama dengan SNI 3755:2019 tanpa melihat regulasi pemberlakuannya secara khusus.

Jadi, Apa Peran Tipping Paper dalam Produksi Rokok?

Tipping paper menghubungkan filter dengan tobacco rod sekaligus menjadi lapisan luar pada bagian filter. Pada produk tertentu, material ini juga membawa desain, finishing, dan perforasi yang menjadi bagian dari sistem ventilasi.

Karena memiliki beberapa fungsi, pemilihannya tidak cukup berdasarkan warna atau motif. Jenis base paper, kualitas cetak, adhesive, finishing, perforasi, dan kecocokan dengan proses mesin perlu dipertimbangkan bersama.

Bagi produsen yang membutuhkan printed tipping paper, kebutuhan desain dan spesifikasi produksi sebaiknya dibahas sejak awal dengan pihak percetakan. Tujuannya agar hasil cetak tidak hanya sesuai secara visual, tetapi juga dapat diproduksi dan digunakan dengan baik pada proses berikutnya.

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *