Spesifikasi tipping paper sering ditulis singkat, misalnya “36 gsm × 52 mm × 3000 m, core 66 mm, 200 CU-2 line.” Bagi orang yang belum terbiasa menangani material ini, deretan angka tersebut mudah dianggap hanya sebagai ukuran gulungan. Padahal setiap angka menjelaskan hal yang berbeda, mulai dari lebar kertas, jumlah material dalam satu roll, kecocokan bobbin dengan mesin, hingga karakter permeabilitas pada tipping yang diperforasi.
Kesalahan membaca satu parameter dapat membuat material yang secara visual terlihat sesuai ternyata bermasalah saat masuk produksi. Karena itu, spesifikasi tipping paper perlu dibaca sebagai satu kesatuan, bukan hanya berdasarkan lebar atau gramatur.
Cara Cepat Membaca Spesifikasi Tipping Paper
Sebagai contoh, anggap Anda menerima spesifikasi berikut:
36 gsm × 52 mm × 3000 m, core 66 mm, OD 380 mm
Cara membacanya sebagai berikut.
| Spesifikasi | Artinya |
|---|---|
| 36 gsm | Gramatur atau berat kertas per meter persegi |
| 52 mm | Lebar bobbin tipping paper |
| 3000 m | Panjang kertas dalam satu bobbin |
| Core 66 mm | Diameter dalam inti bobbin |
| OD 380 mm | Diameter luar bobbin ketika tergulung |
| CU | Nilai permeabilitas udara jika spesifikasi mencantumkannya |
| 2 line | Dua jalur atau baris perforasi pada tipping yang diperforasi |
Contoh produk komersial di pasar menunjukkan tipping paper dengan gramatur sekitar 30-40 g/m², lebar 38-70 mm, panjang 2400-3000 meter, dan core sekitar 66 mm. Ukuran 52, 60, 62, dan 64 mm juga cukup umum ditemukan dalam penawaran tipping paper.
Namun, angka tersebut bukan ukuran baku untuk semua produk. Spesifikasi akhir tetap mengikuti konstruksi rokok, ukuran filter, konfigurasi mesin, dan kebutuhan produksi masing-masing.
Lebar Tipping Paper Menunjukkan Lebar Bobbin
Lebar adalah salah satu angka yang paling mudah dikenali, tetapi juga sering disalahartikan. Angka seperti 52 mm atau 64 mm menunjukkan lebar web atau bobbin tipping paper, bukan diameter maupun keliling batang rokok.
Pada proses filter attachment yang umum, sebuah filter dengan panjang ganda ditempatkan di antara dua tobacco rod. Tipping paper kemudian membungkus bagian filter sekaligus sedikit bagian ujung tobacco rod agar keduanya tersambung.
Setelah pembungkusan selesai, unit tersebut dipotong di tengah filter sehingga menghasilkan dua batang rokok. Dalam konfigurasi seperti ini, lebar bobbin tipping dapat berkaitan dengan dua kali panjang tipping yang akhirnya terlihat pada satu batang.
Sebagai ilustrasi sederhana:
- bobbin 52 mm dapat menghasilkan sekitar 26 mm bagian tipping per batang;
- bobbin 64 mm dapat menghasilkan sekitar 32 mm bagian tipping per batang.
Perhitungan tersebut hanya menggambarkan konfigurasi dual-length filter tertentu. Angka ini bukan rumus universal untuk setiap cigarette maker atau filter attachment machine.
Mengapa Lebar Tidak Bisa Dipilih Hanya dari Ukuran Rokok?
Panjang tipping pada satu batang tidak hanya mengikuti panjang filter. Sebagian tipping juga perlu melewati ujung filter agar dapat mengikat filter dengan tobacco rod.
Beberapa referensi manufaktur menyebut overlap sekitar 2-6 mm, dengan sekitar 4 mm sebagai salah satu konfigurasi yang digunakan. Sebagai pengecekan sederhana, tipping sepanjang 26 mm dapat digunakan pada konstruksi dengan filter sekitar 22 mm ditambah overlap sekitar 4 mm.
Dengan logika yang sama, bagian tipping sekitar 32 mm dapat digunakan pada konstruksi dengan filter yang lebih panjang.
Angka tersebut sebaiknya digunakan untuk memahami hubungan antarukuran, bukan untuk menentukan spesifikasi produksi tanpa melihat data mesin. Produsen tetap perlu mencocokkan panjang filter, lebar tipping, overlap, dan konfigurasi filter attachment unit yang digunakan.
GSM Menunjukkan Gramatur, Bukan Ketebalan
Parameter lain yang hampir selalu muncul adalah GSM atau gram per square metre. Jika tertulis 36 gsm, artinya satu meter persegi kertas memiliki massa sekitar 36 gram.
GSM bukan berat satu bobbin. Nilai ini juga tidak dapat langsung digunakan untuk menentukan ketebalan kertas.
Dua tipping paper dengan gramatur sama masih dapat memiliki karakter berbeda karena dipengaruhi komposisi kertas, density, calendering, coating, kadar air, dan perlakuan permukaan. Sifat seperti tensile strength, elongation, opacity, smoothness, kemampuan menerima tinta, dan respons terhadap lem juga dapat berbeda.
Hal tersebut perlu diperhatikan ketika tipping paper akan dicetak dengan rotogravure. Tobacco Reporter, dalam pembahasannya tentang produksi tipping paper, mencatat bahwa formation, smoothness, sizing, water absorption, dan contact angle termasuk faktor yang memengaruhi kemampuan cetak serta proses gluing.
Karena itu, anggapan bahwa 36 gsm pasti lebih kuat atau lebih tebal daripada 34 gsm terlalu sederhana. Gramatur perlu dibaca bersama karakter material dan hasil pengujian yang relevan.
Panjang Roll, Core, dan OD Menentukan Kecocokan Bobbin
Spesifikasi seperti 3000 m menunjukkan panjang tipping paper yang digulung dalam satu bobbin. Roll yang lebih panjang menyediakan material lebih banyak sebelum pergantian bobbin, tetapi ukuran akhirnya tetap harus sesuai dengan kapasitas dan konfigurasi mesin.
Selanjutnya ada ukuran core, misalnya 66 mm. Core adalah diameter dalam inti tempat material digulung dan nantinya dipasang pada bagian unwinder mesin.
Angka ini bukan diameter filter dan bukan ketebalan roll.
Data produk dan perdagangan menunjukkan core sekitar 65-66 mm banyak digunakan pada tipping paper komersial. Karena terdapat lebih dari satu ukuran, diameter core tetap perlu dikonfirmasi dan tidak sebaiknya diasumsikan sama untuk semua bobbin.
Selain diameter core, perhatikan OD atau outer diameter. Sebagai contoh, bobbin 36 gsm × 52 mm × 3000 m dapat memiliki core 66 mm dan diameter luar sekitar 380 mm pada konfigurasi produk tertentu.
Dua bobbin yang sama-sama berukuran 52 mm × 3000 m belum tentu bisa langsung saling menggantikan jika diameter core, OD maksimum, arah gulungan, atau persyaratan unwinder berbeda.
Berat Bobbin Bisa Diperkirakan dari GSM, Lebar, dan Panjang
GSM juga dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah material dalam satu roll.
Rumus sederhana untuk memperkirakan berat material kertas adalah:
Berat kertas (kg) = GSM × lebar (m) × panjang (m) ÷ 1000
Misalnya tipping paper:
36 gsm × 52 mm × 3000 m
Lebar 52 mm sama dengan 0,052 meter, sehingga:
36 × 0,052 × 3000 ÷ 1000 = sekitar 5,62 kg
Untuk ukuran:
36 gsm × 64 mm × 3000 m
berat teoritis materialnya sekitar 6,91 kg.
Perhitungan ini bukan metode untuk menentukan apakah bobbin lolos QC. Berat aktual dapat dipengaruhi tinta, coating, kadar air, panjang material aktual, dan berat core.
Namun, rumus ini cukup berguna sebagai pengecekan kewajaran. Jika spesifikasi pada PO, label, dan berat fisik roll berbeda jauh dari perkiraan, data material sebaiknya diperiksa kembali sebelum masuk produksi.
Cara Membaca CU dan Spesifikasi Perforasi
Pada tipping paper yang diperforasi, Anda mungkin menemukan spesifikasi seperti:
200 CU-2 line
CU adalah CORESTA Unit, yaitu satuan untuk air permeability. CORESTA mendefinisikan 1 CU sebagai aliran udara sebesar 1 cm³ per menit melalui area 1 cm² pada beda tekanan 1 kPa.
ISO 2965 juga digunakan sebagai metode pengukuran air permeability pada cigarette paper, filter plug wrap, serta filter joining material atau tipping, termasuk pada area yang permeabel.
Dengan demikian, 200 CU bukan berarti ventilasi rokok 200%. CU menggambarkan permeabilitas material atau zona yang diuji berdasarkan kondisi pengukuran tertentu, sedangkan persentase filter ventilation pada produk akhir merupakan parameter yang berbeda.
Istilah 2 line menunjukkan adanya dua jalur atau baris perforasi. Di pasar juga dapat ditemukan konfigurasi dengan jumlah line berbeda, tergantung kebutuhan produk.
Jumlah line saja belum cukup untuk menggambarkan hasil akhirnya. Posisi perforasi, ukuran dan kepadatan lubang, nilai permeability, karakter plug wrap, pressure drop, pola lem, serta konstruksi filter dapat memengaruhi sistem ventilasi pada produk akhir.
Tidak Semua Perforasi Dibuat dengan Metode yang Sama
CORESTA membedakan perforasi yang dilakukan langsung di cigarette machine dengan tipping yang sudah diperforasi sebelumnya.
Untuk proses pre-perforation, beberapa teknologi dapat digunakan, termasuk metode mekanis, pulsed laser, dan electrostatic discharge. Laser perforation adalah salah satu metode untuk membentuk area permeabel pada tipping paper secara terkontrol.
Karena itu, spesifikasi “laser perforated” saja belum cukup untuk kebutuhan produksi. Parameter seperti target CU dan toleransinya, jumlah line, posisi perforasi, serta kecocokannya dengan posisi lem dan konstruksi filter tetap perlu ditentukan.
Nilai CU yang lebih tinggi juga tidak otomatis berarti tipping paper lebih baik. Target permeability perlu mengikuti desain produk yang ingin dicapai.
Ukuran Saja Belum Cukup untuk Menentukan Tipping Paper yang Sesuai
Dalam proses purchasing, spesifikasi seperti 52 mm × 3000 m × 35 gsm berguna sebagai identitas awal material. Namun, tiga angka tersebut belum menggambarkan seluruh karakter tipping paper.
Selain ukuran dasar, beberapa parameter yang perlu diperhatikan antara lain:
- diameter core dan OD maksimum;
- karakter tensile dan elongation;
- opacity dan kualitas permukaan;
- kemampuan menerima tinta dan lem;
- target permeability jika menggunakan perforasi;
- jumlah serta posisi line perforasi;
- pola, warna, dan sistem printing;
- coating atau finishing yang digunakan;
- arah serta karakter winding bobbin.
Tipping paper juga dapat menggunakan berbagai perlakuan dekoratif dan fungsional, mulai dari pola cork dan warna tertentu hingga hot stamping, pearlescent effect, coating, atau perlakuan permukaan lainnya.
Semakin kompleks printing dan finishing yang digunakan, semakin perlu memastikan material dasarnya tetap sesuai untuk proses cetak, gluing, dan penggunaan di mesin produksi.
Perhatikan Persyaratan SNI untuk Tipping Paper di Indonesia
Di Indonesia, spesifikasi tipping paper juga berkaitan dengan ketentuan SNI. BSN mencatat SNI 3755:2019 Kertas Pembentuk Rokok masih berstatus berlaku.
Permenperin Nomor 63 Tahun 2024 kemudian memberlakukan SNI tersebut secara wajib untuk kertas pembentuk rokok, termasuk tipping. Peraturan ini diundangkan pada 18 Oktober 2024 dan mulai berlaku enam bulan setelah tanggal pengundangan, yaitu 18 April 2025.
Untuk produsen tipping, skema tersebut mencakup kemampuan pengujian parameter seperti gramatur, permeabilitas udara, opasitas, ketahanan tarik, daya regang, dan fluoresensi.
Artinya, lebar, panjang, dan GSM yang biasa terlihat pada label bobbin hanya sebagian dari parameter mutu yang perlu diperhatikan.
Regulasi tersebut juga mengatur penandaan untuk produk berbentuk bobbin. Informasi pada produk atau kemasan antara lain mencakup produsen, merek, tipe atau bentuk, tingkat gramatur, serta ukuran lebar dan panjang. Tanda SNI ditempatkan pada setiap core untuk produk bobbin sesuai ketentuan dalam skema sertifikasi.
Bagi bagian purchasing atau QC, informasi tersebut dapat membantu mencocokkan barang yang datang dengan PO, label bobbin, dan dokumen mutu yang menyertainya.
Apa yang Perlu Dicek Sebelum Memesan Tipping Paper?
Jangan menjadikan satu angka sebagai patokan utama saat menentukan spesifikasi tipping paper.
Mulailah dari konstruksi produk dan mesin yang akan menggunakan material tersebut. Pastikan lebar tipping sesuai dengan panjang filter dan kebutuhan overlap, lalu konfirmasi panjang roll, core ID, serta OD terhadap sistem unwinder.
Setelah dimensinya sesuai, periksa gramatur dan karakter material yang dibutuhkan untuk proses printing serta gluing. Jika menggunakan tipping perforated, tambahkan target CU, toleransi, jumlah line, dan posisi perforasi ke dalam spesifikasi.
Untuk tipping yang akan dicetak, artwork, jumlah warna, area perforasi, posisi lem, serta finishing juga perlu dipertimbangkan sejak awal. Hal ini membantu mencegah kondisi ketika ukuran bobbin sudah sesuai, tetapi desain cetak atau karakter material justru menimbulkan masalah pada proses berikutnya.
Dokumen seperti datasheet, spesifikasi teknis, contoh hasil cetak, serta COA atau laporan pengujian yang relevan dapat membantu purchasing, produksi, percetakan, dan QC menggunakan acuan yang sama.
Kesimpulan
Membaca spesifikasi tipping paper tidak berhenti pada mengetahui bahwa 52 mm berarti lebar atau 36 gsm berarti gramatur. Setiap parameter berkaitan dengan konstruksi filter, kemampuan mesin, proses printing dan gluing, serta karakter perforasi.
Spesifikasi seperti 36 gsm × 52 mm × 3000 m, core 66 mm, 200 CU-2 line baru berguna jika fungsi setiap angka dipahami dan dicocokkan dengan kebutuhan produksi.
Sebelum menentukan tipping paper atau mengirim spesifikasi ke percetakan seperti PGMA, gunakan ukuran bobbin sebagai titik awal, lalu lengkapi dengan kebutuhan material, printing, perforasi, finishing, dan parameter mesin yang digunakan. Spesifikasi yang jelas sejak awal membantu produksi, purchasing, dan quality control bekerja dengan acuan yang sama.
Referensi
- BSN – SNI 3755:2019 Kertas Pembentuk Rokok
- Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 63 Tahun 2024
- CORESTA – CORESTA Unit (CU)
- CORESTA – Plasma Perforation of Tipping Paper
- Tobacco Reporter – An Essential Component
- Google Patents – US20180271142A1
- Google Patents – WO2004014161A1
- Golden Leaf Packaging – Tipping Paper Product Specification